Jumat, 01 Juli 2011

Pelatihan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Geografi

Meskipun sudah memasuki minggu tenang, 40-an mahasiswa Geografi serius dan santai mengikuti pelatihan pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang dilaksanakan secara lesehan di lantai 3 Gedung C5 Kampus FIS Unnes, Jum'at (1/6). Peserta berasal dari unsur Geo Studio, KSG-SAC, dan HIMA Geografi. Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan pelatihan dan magang yang diikuti dosen pendamping ekstrakurikuler unggulan PHKI-B Unnes.
Bertindak sebagai fasilitator adalah Ariyani Indrayati, S. Si, M. Sc, Sriyanto, S. Pd, M. Pd, dan Muh. Sholeh, S. Pd, M. Pd. Materi yang dibahas adalah Manajemen pengelolaan sampah masyarakat, pengelolaan sampah layak kreasi, dan pembuatan bakteri probiotik.
Manajemen pengelolaan sampah ditekankan kepada peserta untuk memahami karakteristik sampah agar diperlakukan secara berbeda, tidak salah perlakuan, dan memberi manfaat bagi masyarakat. Pengelolaan sampah layak kreasi diutamakan pada sampah yang tidak laku dijual seperti bungkus mie instan, bungkus makanan ringan siap saji, dan sampah lain yang bisa dikreasikan dalam berbagai bentuk karya tangan. Pengerjaan sampah layak kreasi harus didasarkan pada prinsip kreatifitas, tetapi tetap berpedoman bahwa bukan sisi ekonomi yang dikejar, tetapi dalam konteks pengelolaan sampah.
Pembuatan bakteri probiotik dimaksudkan untuk memberi bekal kepada peserta dalam mensikapi kondisi masyarakat. Bakteri yang dibuat dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehar-hari, seperti membantu pengomposan, melancarkan saluran pipa yang mampet, dan meningkatkan nafsu makan. Diharapkan, dengan menguasai pembuatan bakteri probiotik, peserta lebih cermat dan cerdas mensikapi kondisi lingkungan.
Kegiatan yang dilaksanakan merupakan perpaduan antara teori dan praktek. Unsur praktek lebih dominan karena sebelum kegiatan berlangsung, peserta sudah diberi penjelasan tentang bahan-bahan yang harus dibawa dalam pelatihan. Di akhir kegiatan, sebagian beserta langsung mengumpulkan hasil karya pengelolaan sampah layak kreasi, baik dalam bentuk gantungan kunci, bros, bando, dan produk lain.
Lebih lanjut panitia menekankan kepada peserta, bahwa dengan melaksanakan kegiatan tersebut, peserta diharapkan lebih bijak dalam mengelola sampah.

1 komentar:

  1. menarik sekali,, terimakasih atas informasinya.. sangat bermanfaat dan menambah wawasan tentunya.. thanks for sharing . nice post

    ST3 Telkom

    BalasHapus